Tak pernah habis
Padamu cinta
tak pernah habis. Meski seringkali dicuci oleh tangis. Aku memilih bertahan
bukan karena takut kedinginan. Bagiku tetap bersamamu melebihi keinginan. Aku
manusia yang utuh membutuhkanmu. Yang rela jatuh membasuh sedu sedanmu. Tanpa
pernah kau minta, karena cinta selalu. Ia kembali pulih dari luka-luka,
menjagamu tanpa pamrih seisi dada.
Tak ada cinta
yang sempurna. Aku pun pernah membuat retak-retak di dadamu. Tanpa kusadari,
tanpa ku ingini, jatuh kata-kata yang menyakiti. Namun ingin kusampaikan
kepadamu, tak pernah terniat aku menyakiti. Maafkanlah segala salah. Akan
kupeluk semua yang patah. Biarkan kembali rindu lahir dari sebentuk harapan
yang mengalir. Doa-doa mungkin tak akan berharga, tanpa rasa syukur karena kita
masih ada.
Peluklah segala
harapan, biar kita tak tersesat menuju tujuan. Denganmu saja ingin ku menua.
Memetik segala doa-doa di kala senja. Hingga sepasang kita hanya tinggal nama.
Raga akan menghilang, tapi cinta akan selalu dikenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar