Menyelesaikan yang
kusut.
Di dunia ini
ada yang bisa diselesaikan dengan mudah, ada juga yang butuh proses panjang.
Begitu juga untuk urusan perasaan. Ada hal yang terkadang butuh kepala dingin,
emosi yang stabil, pikiran jernih, agar semua yang rusak bisa pulih. Agar semua
yang tercabik bisa kembali baik. Agar yang luka masih sanggup kita banggakan
sebagai kita. Sebab itu, dengarkan aku, mari kita tenangkan kepala sejenak.
Kita redakan ego kita. Apapun yang diselesaikan secara terburu-buru, seringkali
menyisakan sesal dan pilu.
Kita tidak
perlu saling menyalahkan. Juga tidak usah mencari siapa yang salah. Karena
sejatinya, dalam hubungan asmara, berbeda pendapat adalah hal yang wajar. Kita
harus sadar, semua masalah yang timbul bersebab dari kita berdua. Mungkin saja
salah satu dari kita tidak mau mengalah, atau pun salah satu dari kita terlalu
lelah. Sementara masih ada sesak dan pinta tanpa pertimbangan. Permohonan tanpa
pengertian. Dan kita terluka ulah ke-tidak-inginan kita untuk sedikit lebih
merendah, untuk selalu memahami. Belajar saling peduli lagi, seperti saat
pertama kita saling jatuh hati. Kita tidak pernah berpikir akan
bertengkar dan menanam luka kan?
Barangkali kita
butuh waktu untuk menenangkan diri. Mari diamkan sejenak dulu. Namun jangan
berlama-lama. Hal yang terlalu lama dipendam juga tidak baik. Setelah kita rasa
kepala sudah tenang, dan emosi tak lagi memanaskan dada. Kita duduk berdua.
Berbicara dengan nada suara yang menyenangkan lagi. Bergantian berbicara.
Sampaikan dengan baik. Belajar juga saling mendengarkan tanpa menyela. Dan yang
paling penting, kita harus melakukannya dengan perasaan bahwa kita saling jatuh
cinta lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar