Cinta adalah kesempatan
Barangkali
memang benar begitu. Kita hanyalah luka-luka di masa silam yang tengah mencoba
mencari cara untuk lupa dalam diam. Kau yang pernah memuja dan memuji rindu
kini tak lebih hanya kenangan yang larut dan ku biarkan berlalu. Bukan karena
cinta dilukai lantas benci merajai, tapi karena memang sudah semestinya yang
pergi dilepaskan sepenuh hati. Bagiku, kau hanyalah kenangan yang tak lagi ku
harapkan pulang.
Sudah
semestinya kita berkemas. Meninggalkan taman-taman yang selalu datang saat
senja, bersama kenangan dia memeluk manja. Semua yang indah dulu, hanyalah
kisah yang pernah ada. Hari ini dia sudah tak bernyawa. Aku tidak ingin
menyalahkanmu perihal ini. Mungkin akulah yang salah kenapa semuanya berakhir
patah. Namun, sudahlah. Jangan kau ungkit lagi rasa-rasa yang tak mungkin
bangkit kembali.
Carilah
rindu-rindu yang lain. Jika pun katamu akulah yang kau butuhkan. Namun pada
nyatanya saat aku selalu ada, kau selalu merapuhkan. Inginmu yang selalu
tinggi, pintamu yang selalu harus kupenuhi. Kau bahkan lupa bahwa cinta adalah
sepakat, bukan hanya kau saja yang harus ku dengar. Belajarlah untuk mengerti
mencintai itu menggunakan hati bukan sekedar bersikeras emosi.
Mungkin ada
satu hal yang harus kau ingat,cinta adalah kesempatan. Mencintai adalah merawat
ingatan, agar tak luka, agar tak lupa. Pada hati kau akan tetap setia. Belajar
mencari kata seiya. Belajar mengerti bahwa ingin kita tak selalu sama, dan
selalu belajar bagaimana kita mencari keputusan berdua. Namun, semua itu sudah
kau sia-siakan. Kau diberi kesempatan namun kau seperti orang yang tak butuh
aku. Lantas, apakah kini aku harus memberimu kesempatan lagi? Di saat yang sama
ada seseorang yang sudah membangun rumah di hatiku setelah kau pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar