Kita harus percaya.
Aku hanya ingin
memercayaimu sepenuhnya, karena menjalani cinta meragu itu memilukan. Aku tidak
ingin kita begitu. Untuk apa kita tetap bersikeras bersama kalau nyatanya kita
masih saling meragukan apa yang kita rasakan. Sebab itu, aku memilih percaya
kepadamu sepenuhnya, karena hatiku pun sudah memilih menetap hanya di kamu
seutuhnya.
Kita adalah
sepasang sayap yang berusaha terbang tinggi. Mengalahkan angin-angin yang bisa
saja menjauhkan kita kapan pun dari semua yang kita ingin. Dan kita harus tetap
saling menguatkan untuk melewati semua itu. Saat kau lemah, akulah yang akan
selalu memapahmu. Saat aku kelelahan, percayamulah yang akan selalu
menguatkanku. Kita harus tetap percaya, ada kebahagiaan yang sama-sama kita
inginkan. Karena itu kita akan tetap terbang bersama, menghadapi apa saja yang
akan menghadang kita.
Bukankah kita
tahu, bahwa cinta-cinta dijatuhkan Tuhan di dada kita hanya untuk membuat kita
saling setia dan menjaga. Karena itulah percaya sepenuhnya itu memang
selayaknya kita pegang. Agar rindu-rindu tak hilang, agar resah-resah tidak
membuat kita merasa bimbang. Agar dua hati yang ada di dadamu dan dadaku tetap
merasa tenang.
Apa pun itu
akan bisa kita lewati. Saat kita tidak mengingkari apa yang telah kita
sepakati. Mungkin akan ada batu-batu terjal yang akan kita harus langkahi.
Namun tanganku diciptakan untuk menggenggam tanganmu. Matamu diciptakan untuk
melihat betapa aku mencintaimu, pun sebaliknya. Bahkan saat batu-batu terjal
melukai kaki kita, kita harus tetap melangkah. Karena kita akan selalu percaya,
kita diciptakan untuk selalu bersama. Bukan untuk dikalahkan oleh ragu, tapi
untuk memperjuangkan apa yang membuat kita merindu.
Kau percaya aku
milikmu, aku percaya kau untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar