Minggu, 16 November 2014

Perihal yang aku tulis.

Mungkin kau bertanya-tanya dalam hatimu. Saat melihat status fesbuk, twitter, tulisan di blog, instagram, dan apa saja yang aku tulis. Hampir semuanya kesedihan. Patah hati. Tak bahagia. Dan kau pasti merasakan. Tulisan-tulisan itu kutulis untukmu. Seolah aku adalah orang yang gagal move on. Orang yang sama sekali tak bisa bahagia lagi setelah kau pergi. Kau tak salah menduga-duga seperti itu. Dugaanmu tak sepenuhnya salah. Ada benarnya juga. Benar, aku masih sering (meski tidak semua tulisanku) menulis tentang kamu. Aku masih senang melakukan hal yang sama. Mencurahkan semua perasaan di dadaku. Mengalirkannya ke dalam sungai kata-kata. Kubiarkan ia hanyut berbentuk luka.

Namun kau salah jika kau menduga aku tidak bahagia. Menduga aku patah hati sepanjang hari. Kau harus tahu, aku sudah kembali bahagia. Aku bisa menikmati hari-hariku. Tak lebih buruk dari pada saat bersamamu. Meski jujur, kuakui di awal kepergianmu. Aku sempat tak percaya lagi untuk memulihkan hati. Namun seiring waktu berlalu, semua perasaan sakit itu pun berlalu. Semuanya kembali lega. Dan kadang, aku hanya ingin mengenangmu. Memilih menuliskan apa saja yang kuingat tentangmu. Tidak ada maksud lain, selain menikmati bahwa ternyata sesekali aku masih merindukanmu.

Jika saat membaca tulisan ini muncul di benakmu pertanyaan: Kenapa kau tidak menulis tentang orang lain saja?

Sebenarnya begini. Aku ini tak selalu menulis tentangmu. Kadang, tulisan sedih yang lain pun. Juga untuk seseorang yang lain. Kau harus pahami. Banyak hal yang aku lakukan di luar sana. Tak hanya denganmu saja aku pernah berbagi cinta. Akan sangat lemah jika kau beranggapan semua yang kutulis adalah perihal kamu. Bagaimana pun juga, bagiku kau hanya sebatas kenangan yang pernah ada. Dan saat ini, aku hanya menikmati rindu yang sesekali masih terasa.

Setelah kau pergi, aku tetap menjadi manusia seperti kebanyakan. Merasakan jatuh cinta lagi. Melakukan hal-hal yang dilakukan orang pacaran lagi. Menikmati masa-masa patah hati lagi. Lalu bertemu dengan cinta yang baru lagi. Aku menikmati semuanya. Aku sama sekali tidak keberatan memahami orang baru. Belajar mengerti lagi. Lalu menjatuhkan hatiku kepadanya. Membiarkan perasaan-perasaan aneh berkembang di dada. Namun sebagai orang yang pernah terlalu dalam mencintaimu tetap saja menyisakan banyak hal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar